Sukma yang Tertawan bag 3

Posted on April 25, 2009
Filed Under My LiFe, makrocosmos, mistikus | Leave a Comment

Sambungan dari bag 2

Jin Taksaka menerangkan dengan panjang lebar mengenai kebusukan dan kelicikan bangsa mereka dan tertipunya manusia oleh perangkap bangsa Jin.

“Lalu kenapa kau tidak membebaskan dia!”, aku menunjuk kearah Nadia yang masih berdiri ketakutan.

“Apakah dia juga termasuk kedalam golongan orang yang mengadakan perjanjian denganmu?”.

“Bukan…! Dia bukan termasuk manusia yang punya perjanjian dengan kami. Tetapi dia menjadi tawananku, karena dia mati dengan cara yang tidak diampuni Tuhan. Aku menangkap sukmanya, ketika dia masih melayang-layang tidak mengetahui arah tujuan. Selain itu aku menyukainya dan memberikan tugas untuknya”. Taksaka melangkah menghampiri Nadia yang semakin ketakutan.

“Kesinilah Nadia…! Aku adalah masih tuanmu. Kau tidak akan aku lepaskan, karena itu adalah takdirmu. Kaulah yang telah memilih jalanmu yang salah”. Tangan Taksaka mulai meraih pundak Nadia Vanderlarck dan mencengkramnya.

Nadia berusaha berontak dan lepas dari cengkraman tangan Taksaka. Dia menoleh padaku dan melambaikan tangan, seperti meminta pertolongan padaku.

Aku merasakan kecemasannya, ketakutannya dan aku juga merasakan kegelisahanku sendiri. Nadia Vanderlarck, haruskah aku bertempur dan berkelahi demi membebaskannya.

“Taksaka…!, aku ingin bertanya sekali lagi. Bolehkah aku tahu sudah berapakah umurmu?, sudah berapa lamakah kau dan bangsamu ada disisni?”.

Taksaka menoleh padaku, lalu mendengus keras seperti ingin marah. “Untuk apa kau menanyakan umurku?, aku hidup didunia ini sudah hampir 450 tahun. Dari sejak aku ada aku sudah disini, karena aku adalah pewaris tahta kerajaanku sekarang. Kenapa?, apakah kau juga ingin membuat perjanjian dengan bangsa kami?”.

Aku melotot padanya, “Tidak…! Sama sekali tidak, aku tidak akan pernah membutuhkannya. Kecuali kau tunduk pada Tuhan dan bangsa kami!!”, aku bersiap dengan jalan memusatkan energi metafisisku kekedua tanganku. Aku berjaga diri dan takut dia marah, lalu menyerangku secara tiba-tiba.

“Sudahlah wahai anak Adam…! Waktuku sudah hampir habis sekarang. Aku akan membawa kembali temanmu ini kepenjaraku, karena dia telah menjadi tawananku sampai akhir. Kami tidak bisa melepaskannya begitu saja. Selamat tinggal manusia….!!”, Taksaka mendengus keras menggetarkan jiwaku.

Dengan sekali hentakan, tubuh Taksaka yang mencengkeram tubuh halus Nadia, berpilin, berputar kencang, semakin lama semakin kencang, lalu pelan tapi pasti bentuk tubuh mereka berubah menyusut dan hanya meninggalkan seberkas cahaya kemerah-merahan yang terang. Aku hanya terbengong tak bisa berbuat apa-apa. Tapi sebelum tubuh halus mereka menyusut, aku sempat melihat sorot mata Nadia yang memelas penuh dengan pengharapan dan keputus asaan. Aku juga sempat mendengar teriakannya yang memanggilku.

“Annntoooo…….! To o o l l l o o o n n g g .. l a h N a d i a….!!”, suaranya melengking lalu menghilang bersamaan dengan hilangnya tubuh halus mereka.

Seiring dengan lenyapnya cahaya kemerah-merahan itu, maka lenyaplah pula cahaya putih kebiru-biruan dari alam tempat kami berdialog tadi. Kini aku merasakan seperti terjatuh atau tersedot kekuatan dahsyat menuju kesuatu lubang yang dalam dan tak berujung. Lorong lubang itu penuh warna-warni yang indah seperti pelangi, aku tersedot begitu cepat sehingga kesadaranku hampir hilang.

Lorong itu kemudian berubah menjadi gelap dan secara tiba-tiba aku merasakan terjatuh keras. Kini aku mendapati tubuhku terbaring disuatu tempat yang gelap. Aku terkejut, takut dan penglihatanku kabur. Aku mencoba memulihkan kondisi kesadaranku. Ternyata aku berada dibawah pohon yang besar, di taman halaman depan gedung tadi.

Aku melihat sekeliling, suasananya tampak remang -remang. Ada sorot lampu mobil dari arah timur yang melintas dengan cepat, sedikit menerangi sekelilingnya. Dari arah tenggara aku mendengar lamat-lamat alunan Adzan subuh begitu merdu. Aku bangun dari terbaring lalu duduk diatas rumput yang agak tebal dan basah oleh embun pagi yang dingin. Pakaianku juga basah oleh embun, dinginnya menusuk tulang. Aku bertanya dalam hati, benarkah kejadian yang kualami tadi?, sudah berapa lamakah aku terbaring atau berada disini?. Aku tak tahu jawabnya.

Aku hanya duduk termenung, memikirkan kejadian yang baru saja terlewati. Sebuah Pengalaman yang baru pertama kali aku alami. Aku teringat kembali pada Nancy yang mengaku bernama asli Nadia Vanderlarck. Benarkah dia bernama seperti itu? Benarkah apa yang dia ceritakan padaku dan mengapa dia meminta tolong padaku?. Aku seperti menyangsikan pengakuannya. Tetapi melihat dari energi yang aku rasakan, sorot mata yang begitu memelas dan tangisannya yang menyayat hati, aku percaya itu adalah kenyataan yang benar-benar menimpa dirinya.

Keadaan sekitar tempat aku duduk, kini sudah mulai terang oleh sinar pajar yang menyingsing menyambut datangnya mentari pagi. Aku mulai bangkit untuk kemudian pergi meninggalkan tempat yang membuatku mempunyai pengalaman batin yang sulit aku lupakan. Suatu Pengalaman yang muskil dan aneh yang baru pertama kali aku alami. Aku berjalan meninggalkan komplek bangunan tua itu dengan wajah yang kusut dan tubuh yang letih. Energi dan tenaga fisikku hampir terkuras habis, seperti habis bekerja yang berat.

Sesampainya dirumah, aku mandi kemudiaan mengambil air wudlu terus mendirikan sholat subuh. Selesai sedikit berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kemudiaan aku melemparkan tubuhku di tempat tidur. Niatku tadinya ingin tidur untuk memulihkan kondisi fsikis dan fisikku yang lelah. Tetapi aku tidak bisa memejamkam mataku. Kejadian yang baru saja menimpaku terus saja terbayang. Sehingga aku malah duduk termenung dipinggir tempat tidur.

Kini aku mendapatkan tambahan pengetahuan, bahwa kehidupan memang memerlukan pengorbanan, walaupun ternyata harus mengorbankan nyawa sekalipun. Tetapi pengorbanan nyawa dengan tanpa pertimbangan akal dan pikiran yang rasional, adalah suatu kesia-siaan yang nyata.

Ternyata menempuh kematian dengan jalan yang tidak diridloi Tuhan adalah merupakan suatu dosa besar yang tidak akan pernah diampuni Tuhan Yang Maha Esa. Apabila kita mati dengan jalan bunuh diri misalnya, dan Tuhan telah menggariskan dalam setiap firman-Nya yang dibawa dalam agama semenjak Nabi Adam A.S sampai Nabi Muhammad S.A.W. Bahwa perbuatan membunuh diri sendiri maupun orang lain adalah perbuatan yang diharamkan dan merupakan dosa besar yang tidak terampuni.

Dilihat secara logika saja sudah ketahuan bahwa bunuh diri adalah perbuatan yang tidak terampuni, karena kita tahu bahwa orang yang mati, tidak pernah ada yang bisa kembali lagi kealam dunia ini. Kalau kita tidak kembali hidup dialam dunia, bagaimana kita bisa bertaubat kepada Tuhan?. Sedangkan Jasad dan Ruh kita telah terpisah. Bertaubat adalah merupakan suatu perbuatan minta pengampunan yang sebenar-benarnya kepada Tuhan. Bertaubat mutlak baru bisa dilakukan apabila Jasad dengan Ruh masih utuh atau menyatu. Tidak bisa satu persatu. Karena Ruh dan jasad adalah merupakan satu pasangan yang telah diciptakan Tuhan. Telah merupakan ketentuan Tuhan, sejak dari Lauthul Mahfudz.

Dan apabila kita mati dengan cara yang tidak diridloi Tuhan, secara otomatis segenap alam ini tidak akan menerima cara-cara seperti itu. Karena Tuhan yang mempunyai alam semesta ini, tidak meridloi cara seperti itu, maka semua ciptaan-Nya juga sama.

Ruh atau sukma yang tidak diterima oleh Tuhan, tidak akan menemukan jalan menuju Tuhan. Sehingga sebelum hari Kiamat tiba, maka sukma yang tidak diterima itu akan melayang-layang tidak tentu arah tujuan. Itu mungkin dalam rangka pencariannya menemukan jalan Tuhan.

Apabila energi sukma itu mulai mengecil dan melemah serta kemudian ada energi yang lain yang lebih besar lalu menangkapnya, maka sukma itu akan ditawan atau dijadikan budak. Energi yang labih besar itu bisa saja berasal dari energi bangsa Jin. Bangsa Jin akan senang bila mendapatkan sukma dari bangsa manusia yang tersesat. Mereka menawannya untuk tujuan dan kepentingan mereka, propagandanya, ataupun menjadikannya budak. Kepentingan mereka itu diantaranya adalah untuk menggoda dan menyesatkan bangsa manusia, agar nanti pada hari pembalasan diakhirat kelak banyak manusia yang menjadi teman mereka masuk dalam neraka yang telah ditetapkan Tuhan.

Aku pernah dengar bahwa bangsa Jin & Iblis laknatullah, didalam hal menggoda manusia akan menggunakan berjuta-juta cara. Sehingga keturunan Nabi Adam yang mereka anggap musuh bebuyutannya, menjadi tergelincir dan menjadi temannya diakhirat kelak. Bangsa Jin yang inkar & Iblis, akan selalu mengoda dan menipu manusia agar ingkar kepada Tuhan.

Padahal sesungguhnya, sebelum penciptaan Nabi Adam A.S, Tuhan “Jadikan”, maka Tuhan telah memerintahkan kepada bangsa JIN untuk pertama kali menghuni Bumi. Tetapi akibat dari kecerobohan teknologi nuklir yang mereka kembangkan, sehingga terjadilah ledakan yang menimbulkan kerusakan yang dahsyat dan hampir memusnahkan bangsa mereka sendiri. Kejadian pada jutaan ribu tahun yang lalu, sehingga Tuhan mengambil/ mengangkat seorang anak cucu Jin yang bernama Azzazil ke Surga. Azzazil diambil dan ditempa disuatu tempat yang Tuhan rahasiakan, sehingga Azzazil hanya menjadi saripati dari api. Seperti yang kita tahu bahwa Jin, Tuhan ciptakan dari api. Maka Azzazil, Tuhan tempa menjadi saripati dari api. Lalu Tuhan berkehendak menjadikan Azzazil, seorang makhluknya yang penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadilah Azzazil seorang yang penuh keimanan dan ketaqwaan yang hampir sempurna, seperti malaikat.

Ketika Tuhan menciptakan Adam dari tanah lempung yang liat, lalu Tuhan memerintahkan kepada seluruh Malaikat dan Azzazil untuk memberi penghormatan dan tunduk kepada Adam. Maka para Malaikat tunduk pada perintah Tuhan itu, kecuali Azzazil. Azzazil melanggar perintah Tuhan itu, karena merasa sombong akan dirinya yang diciptakan Tuhan dari saripati api. Dia juga merasa sudah ribuan tahun beribadah kepada Tuhan dan menjadi makhluk kesayangan Tuhan. Dia merasa dirinya lebih tinggi daripada Adam yang baru diciptakan Tuhan dari Tanah lempung yang liat.

Dengan kesombongan dan keangkuhannya, dia menentang dan memberontak perintah Tuhan. Sehingga Tuhan menjadi murka terhadap tingkah laku Azzazil. Maka Tuhan melontarkan kutuknya pada Azzazil dengan berkata:”Anta Ablassa!!” (Terkutuk kamu). Kemudian semenjak itu Azzazil berubah nama menjadi Ibbliss. Yaitu sesuatu yang terkutuk.

Iblis laknatullah terperdaya oleh kesombongannya sendiri sehingga menyebabkan dia dikutuk oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Iblis merasa penyebab dia menjadi terkutuk adalah Adam, maka dia mempunyai rasa dendam yang membara kepada Adam. Kemudian Iblis meminta kesempatan kepada Tuhan, untuk menggoda Adam dan keturunannya sampai hari akhir. Tuhan Maha Luas Kasih-Nya, Tuhan Maha Adil terhadap makhluk-Nya. Tuhan memberikan kesempatan kepada Iblis untuk membuktikan pembangkangan dirinya terhadap Tuhan. Tuhan juga ingin menguji keimanan Adam dan anak keturunannya, seberapa kuat & teguhnya pernyataan keimanan Adam dan keturunannya kepada Tuhan.

Perbuatan Iblis dalam pembangkangannya terhadap Tuhan, kejahatan dan godaan terhadap Adam serta anak keturunannya, dideklarasikan menjadi naskah syaiton. Maka segala perbuatan kejahatan, pembangkangan, pemberontakan, keingkaran dan kemungkaran terhadap Tuhan dan perintah serta larangan-Nya adalah bagian dari naskah syaiton itu. Syaiton adalah segala perbuatan kejahatan, kemungkaran dan pengingkaran terhadap Tuhan yang dilakukan oleh Iblis dan siapapun dari semua makhluk,termasuk manusia.

Kisah ini adalah merupakan sebuah gambaran tentang pengambilan suatu keputusan yang salah dan dalam keputus asaan yang begitu besar. BUKAN KISAH CINTANYA YANG SALAH, KARENA RASA CINTA TIDAKLAH MEMANDANG PERBEDAAN SUKU BANGSA, RAS, AGAMA ATAUPUN GOLONGAN. TIDAK JUGA MEMANDANG RENDAH TINGGINYA DERAJAT PELAKUNYA. CINTA TIDAK MENGENAL TUA ATAUPUN MUDA . CINTA ADALAH HAKIKI. KARENA CINTA DAN KASIH SAYANG ADALAH MERUPAKAN RAHMAT DAN ANUGRAH TUHAN YANG MAHA ESA KEPADA SETIAP MAKHLUK-NYA. KARENA TUHAN MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG TERHADAP SEMUA CIPTAAN-NYA. TUHAN MAHA ADIL ! . Tapi terkadang persangkaan makhluk-Nya saja yang salah.

Terlepas percaya atau tidak terhadap kisah yang tertulis diatas, itu adalah hak masing-masing orang. Tetapi kisah ini tertulis berdasarkan pengakuan sukmanya Nancy atau Nadia Vanderlarck. Kejadian ini menimpaku pada tahun 1996 lalu.

Terima kasihku pada Tuhanku, Allah SWT yang telah memberikan kehidupan dan segalanya.

Terima kasih saya untuk Rendy yang telah meminjamkan kamar dan komputernya, untuk menuliskan kisah ini. Walau terperatur kamar sempat berubah-ubah, menjadi panas dan komputernya nyala sendiri. Meskipun dikamar itu telah dipasang kipas anginsertakomputernya telah dimatikan.

Permohonan maaf saya untuk semua orang yang tersebut namanya didalam cerita ini. Mungkin ini hanya sebuah persamaan nama saja.

Mohon maaf kami bila ada kata-kata yang tidak berkenan dihati. Terima kasih semuanya.

Bandung, 31 Desember 2003.

*Sebenarnya kisah tentang Nancy atau Nadia Vanderlarck masih belum berakhir,dia masih sering mengontak lewat pertemuan dimensi metafisik dan kadang secara “fisik”.

Nantikan saja kisah kisah selanjutnya……*

Comments

Leave a Reply