Calendar

September 2017
M T W T F S S
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Categories

Mangga…

DSC_0210 resize

Mangga (Mangifera) adalah sejenis buah-buahan yang mungkin setiap orang menyukainya.

Pohon mangga banyak di jumpai di sekitar kita, di pekarangan rumah,di dikebun-kebun, dan dipinggir jalanpun banyak dijumpai pohon mangga. Karena bisa tumbuh di wilayah tropis di seluruh dunia.

Banyak jenis-jenis mangga yang kita ketahui (menurut wikipedia indonesia) diantaranya:

Sebagian ahli menyebutkan bahwa marga ini beranggotakan sekitar 35-40 spesies, namun ada pula yang memperkirakan anggotanya mencapai hampir 70 spesies. Borneo memiliki jumlah jenis terbanyak, sekitar 31 spesies, sehingga diperkirakan sebagai salah satu pusat keragaman jenisnya.

Jenis-jenisnya, di antaranya termasuk:

  • Mangifera altissima Blanco, (sinonim: M. rumphii, M. merrili, Buchanania reticulata); medang kok, embacang (Ind.), paho, pahutan (Tagalog). Buahnya dimakan, baik muda maupun tua, segar ataupun diolah. Dipasarkan secara lokal di Filipina dan Indonesia timur (Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua) sampai ke Solomon.
  • Mangifera applanata Kostermans. Pohon tinggi sampai 40 m, kayunya berkualitas cukup baik sebagai bahan bangunan meski tidak begitu awet. Buahnya yang sangat masam digunakan sebagai campuran sambal. Sering dan banyak ditanam di kebun.
  • Mangifera caesia Jack (sin. M. verticillata); binjai, belenu, beluno (Mly., Ind.), binglu (Sd.), wani (Bali), bauno, bayuno (Cebu, Bisaya), bin yaa (Thailand). Buah masak berbau sangat harum; dimakan segar atau digunakan sebagai campuran minuman. Daging buah masak juga diawetkan untuk campuran sambal.
  • Mangifera campnospermoides Kostermans. Endemik di Kalimantan.
  • Mangifera casturi Kostermans; mangga kasturi. Endemik di Borneo. Buahnya kecil, sekitar 4,5 × 6 cm, hijau, merah jambu atau kehitaman, manis dan disukai orang.
  • Mangifera cochinchinensis Pierre; mamuang-kilen (Thai). Endemik di Thailand dan Indocina. Buah cukup digemari penduduk setempat.
  • Mangifera decandra Ding Hou; konjot, konyot besi (Kalimantan), binjai, komang bakad (Sumatra). Buah serupa binjai yang besar, 8-10,5 × 12-16 cm, masam rasanya.
  • Mangifera dewildei Kostermans. Endemik di Sumatra.
  • Mangifera duperreana Pierre (sin. Phanrangia poilanei); mamuang kau (Thai). Menyebar di Thailand dan Indocina, sangat jarang.
  • Mangifera foetida Loureiro (sin. M. horsfieldii); bacang, embacang, macang (Ind., Mly.), limus (Sd.), ma chai (Thai), asam hambawang (Kalsel), bakumpai (Kalteng). Buah mengandung getah yang tajam dan gatal. Buah muda direndam di air garam, sebelum digunakan dalam rujak, asinan atau sambal. Pada buah yang masak, getah gatal terbatas berada pada kulit, sehingga setelah cukup tebal dikupas, daging buahnya yang manis masam aman untuk dikonsumsi langsung dalam keadaan segar. Bau keras harum serupa terpentin.
  • Mangifera gedebe Miquel; kedepir (Jw.), gedepir (Sum.), kepi (Kal.), repik, repeh (Kalteng). Buah dimakan ketika muda. Buah masak terlalu sedikit dagingnya, keras dan masam. Pohon tepi sungai, tepi danau dan daerah berawa. Sudah langka.
  • Mangifera griffithii Hooker f. (sin. M. microphylla, M. sclerophylla, M. beccari); asam rawa, rawa-rawa, rawah, raba (Kal.). Buah kuning kemerahan sampai kehitaman, enak dan manis rasanya.
  • Mangifera havilandii Ridley; asam bulitisan, asam damaran, asam raba (Mly.). Tersebar luas di Borneo, jarang. Buah kecil tetapi manis.
  • Mangifera indica L.; mangga. Buah beraneka bentuk, ukuran, dan rasanya. Merupakan komoditas perdagangan internasional dan dibudidayakan secara luas di dunia.
  • Mangifera inocarpoides Merril et Perry. Papua Nugini.
  • Mangifera kemanga Blume (dahulu dimasukkan ke dalam M. caesia var. kemanga. syn. M. polycarpa); kemang. Sangat mirip binjai, dan daerah persebarannya bertumpang tindih. Buah muda kemang dapat dirujak.
  • Mangifera lagenifera Griffith; lanjut, langoot (Mly.). Buah masam dan berserabut.
  • Mangifera lalijiwa Kostermans; mangga lalijiwa. Buah seperti mangga, terancam kepunahan.
  • Mangifera laurina Blume (sin. M. longipes, M. parih, M. sumatrana); mangga pari (Sd.), empelam, mempelam (Mly.), pelem kecik (Jw.), asam buluh (Kalsel), apali (Fil.), mamuang kaleng (Thai). Pohon dan buahnya mirip dengan mangga, M. indica, hanya lebih kecil, kuning pucat, dengan daging buah berwarna kuning, lembut, berserat dan penuh sari buah.
  • Mangifera leschenaultii Marchand; berkerabat dekat dengan bacang, M. foetida.
  • Mangifera macrocarpa Blume (sin. M. fragrans Maingay ex Hooker f.); macang api (Mly.), haju (Sum.), ki pari (Sd.). Menyebar di Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatra, Borneo dan Jawa Barat. Buah besar dan dapat dimakan.
  • Mangifera magnifica Kochummen. Pohon besar, hingga 54 m. Buahnya masam dan biasa digunakan sebagai campuran sambal.
  • Mangifera mekongensis
  • Mangifera microphylla Griffith ex Hooker f. Hanya satu kali tercatat dari Serawak.
  • Mangifera minor Blume; fo karuku (Slw.), koai (Papua). Buahnya sepat, kayunya untuk perabot rumahtangga.
  • Mangifera minutifolia Evrard. Vietnam. Buahnya dimakan.
  • Mangifera monandra Merril (sin. M. philippinensis); kalamansanai (Tagalog). Buahnya dimakan ketika muda.
  • Mangifera odorata Griffith (sin. M. foetida var odorata, var kawini dan var bombom, M. oblongifolia); kuweni, kaweni, kweni, kuini, kebembem, bembem (Mly., Jw. Dan Sd.), huani, wani, uani, juani (Fil.), mamuang chingreet, kinning (Thai). Seperti bacang, hanya lebih harum dan halus, rasanya manis asam dengan sari buah yang banyak, sangat enak.
  • Mangifera pajang Kostermans; asam payang (Kutai, embawang, hambawang, hambangan, bambangan (Mly.). Endemik di Borneo. Buah berukuran besar, bulat atau bulat telur, 6,5-17 × 9,5-30 cm, kasar dan kecoklatan, dengan daging buah yang manis-asam dan harum, kuning tua, berserat.
  • Mangifera pedicellata Kostermans. Endemik di Karimunjawa.
  • Mangifera pentandra Hooker f. (sin. M. lanceolata); mangga bemban, pauh asal, pauh damar (Mly.), mamuang paa (Thai). Seperti mangga pari (M. laurina).
  • Mangifera persiciformis. Endemik di Yunnan, Cina selatan.
  • Mangifera quadrifida Jack (sin M. rigida, M. spathulaefolia, M. langong, M. maingayi, M. longipetiolata); asam kumbang, asam rawa (Mly.), sommuang khan (Thai). Di Semenanjung Malaya, Sumatra dan Borneo. Buah rasanya manis asam. Jarang.
  • Mangifera reba Pierre; svai reba, svai meas (Kamboja). Menyebar di Vietnam dan Kamboja. Buahnya dimakan.
  • Mangifera rubropetala Kostermans. Dari Sumatra, Jawa dan Borneo.
  • Mangifera rufocostata Kostermans; asam kiat. Terbatas di Indonesia dan Malaysia.
  • Mangifera siamensis Warburg ex Craib; muang khi-ya (Thai). Terbatas di Thailand.
  • Mangifera similis Blume; tajas, asam rawa, asam (Mly.), pipit (Kal.). Buahnya dimakan, asam manis. Terbatas di Sumatra dan Kalimantan.
  • Mangifera sumbawaensis Kostermans. Terbatas di Sumbawa dan Flores.
  • Mangifera swintonioides Kostermans. Buah hanya berguna untuk sambal.
  • Mangifera sylvatica Roxburgh; muang kluai (Thai). Menyebar mulai dari India hingga Indocina. Buah berukuran kecil, manis asam.
  • Mangifera taipa Buch.-Hamilton. Endemik di Maluku (?).
  • Mangifera torquenda Kostermans; asam putar. Ditanam untuk buahnya yang manis asam, yang dibuka dengan cara yang khas: diiris melingkar sepanjang kulit di tengah buah, lalu kulitnya diputar untuk melepaskan isinya.
  • Mangifera zeylanica

Saya suka sekali buah mangga yang sudah matang dan manis, apapun jenisnya. Asal mateng dan manis pasti saya sukai.

Kalau di Jawa Barat mangga biasa disebut “buah” saja, karena dalam bahasa Sunda ‘mangga’ berarti “silahkan”. Kata itu adalah jawaban dari kata”punten” atau tanda permisi apabila kita bertamu ke rumah orang ataupun apabila kita dijalanan melewati sekelompok orang yang sedang duduk-duduk/nongkrong.

Mangga ahhh…..tipayun…….hehehe…..!

3 comments to Mangga…

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>